Showing posts with label Cara Mencetak Anak Menjadi Cerdas. Show all posts
Showing posts with label Cara Mencetak Anak Menjadi Cerdas. Show all posts

Tuesday, 3 September 2013

Tips Bermain Dengan Bayi Usia 6-9 Bulan

Bayi anda berulang kali melempar bola yang diberikan kepadanya, anda mungkin berpikir bayi anda tidak menyukai bola tersebut tetapi saat anda tidak mengambilnya kembali ia menjadi “marah” yang ditunjukan dengan cara menangis...
Sebenarnya, apa yang di inginkan bayi Anda?

Aktivitas sederhana seperti diatas mungkin membuat Anda berpikir tidak ada gunanya dan membuang-buang waktu saja. Namun hal sederhana seperti itulah kegiatan bermain bagi bayi. Kegiatan tersebut merupakan salah satu cara terbaik baginya untuk mencari tahu bagaimana dan mengapa.
Melalui pengalaman dengan peralatan bermain dan objek lain, bayi akan memperoleh keterampilan sosial dan fisik. Terlihat sederhana tetapi melalui bermain ia akan mulai menjalani peran untuk menjadi pemikir yang kompeten kata Anette Karniloff-Smith, (Medical Research Council di London).
Aktivitas melempar bola atau benda lain yang umumnya muncul pada usia 9 bulan merupakan latihan menggenggam benda dengan cara yang berbeda-beda. Seperti keterampilan lain, saat bayi kita mampu dan senang melakukannya, ia akan mengulanginya lagi dan lagi. Melalui aktivitas ini anak juga menemukan hal-hal baru dan objek yang berbeda-beda (gerakan dan suara yang ditimbulkan). Jadi bagi bayi, melemparkan benda juga merupakan pelajaran mengenai sifat-sifat benda.

Contoh aktivitas sederhana yang lain adalah menyembunyikan sesuatu benda dari pandangannya. Sebenarnya, bayi anda sudah punya minat tinggi saat usianya lebih muda, ketika anda menutup atau memindahkan mainan dari pandangannya kemudian ia mencari benda-benda tersebut. Hal seperti inilah yang memperlihatkan mulainya bayi anda mengerti konsep ketepatan objek.

Mengingat kesenangan yang diperoleh anak saat bermain sangat besar, orangtua perlu memberikan kesempatan yang besar pula pada anaknya untuk bermain. Alangkah baiknya orangtua menghindari sikap terlalu mengatur anaknya dalam bermain. Yang terpenting adalah orangtua menyediakan kesempatan, selalu waspada akan keamanan dan keselamatan anak, lalu membiarkan anak bermain dengan bebas.


Semoga dunia akan terasa semakin indah saat orang tua memutuskan lebih meluangkan waktu bagi anak-anaknya untuk bermain bersama ..

Monday, 2 September 2013

Apa sih Omega 3, Omega 6, DHA, EPA itu ?

Mungkin anda sudah sering mendengar ataupun melihat iklan susu yang selalu menggembar-gemborkan produknya yang mengandung zat-zat Omega 3, DHA, EPA dan Spingomielin yang dapat membantu kecerdasan anak. Sebetulnya apa sih zat itu ?

Otak bayi sangat membutuhkan lemak, tetapi bukan sembarang lemak. Dari segi mutu, asam lemak dokosaheksanoat (DHA) di dapat pada susu yang merupakan kebutuhan utama mereka. DHA ini berperan penting bagi perkembangan sel saraf otak, membentuk struktur jaringan otak dan jaringan pembungkus saraf agar berkembang secara optimal.

Apakah sebenarnya Omega 3 & Omega 6 ?
Tubuh sangat membutuhkan asam lemak esensial yang merupakan bagian dari lemak tak jenuh ganda rantai panjang. Karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, maka asam lemak ini di dapat dari makanan.
Asam lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh ini ada dua jenis, yaitu Asam Lemak Linolenat (Omega 3) dan Asam Lemak Linoleat (Omega 6).

Dan Omega 3 ada tiga jenis :
  1. Asam Alfa Linolenat (ALA atau LNA), yang banyak terdapat pada sayuran hijau, kedelai, dan minyak sayur tertentu.
  2. Asam Eikosapentaenoat (EPA) *
  3. Asam Dokosaheksanoat (DHA) *
    • kedua jenis asam lemak ini berasal dari ALA yang juga terdapat pada ikan


Sedangkan Omega 6 juga ada beberapa jenis, salah satunya adalah Asam Arakidonat (AA) yang terdapat pada protein hewani seperti daging sapi, ayam, jerohan, dan kuning telor. Juga pada margarin, shortening, lemak yang di hidrogenasi.
Bila diperhatikan, zat AA ini banyak terdapat pada bahan makanan yang oleh para ahli gizi perlu diwaspadai jumlah konsumsinya. Karena bila terlalu banyak di konsumsi akan mengganggu kesehatan, khususnya jantung dan pembuluh darah.


Peringatan !
  • Para ahli gizi mengingatkan apabila mengkonsumsi bahan makanan yang kaya asam lemak esensial, seperti Omega 3 dan Omega 6 harus seimbang dengan zat gizi lain yang bersifat Antioksidan (seperti sayur dan buah).
  • Zat yang terdapat pada asam lemak esensial mudah rusak dalam proses pemasakan. Sebut saja zat Omega 3 mudah rusak dalam proses penggorengan, sehingga di usulkan bahan makanan tersebut di kukus saja.

Semoga info ini bermanfaat …  J

Thursday, 29 August 2013

Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya mempunyai kepribadian dan karakter yang baik.
Karakter adalah sebuah kata yang tidak ada artinya jika tidak dihubungkan dengan manusia.
Dari sudut proses terjadinya ada ahli yang mengatakan bahwa karakter manusia itu adalah hereditas, sebagian lain lagi mengatakan lingkungan yang membentuk karakter kepribadian seseorang.
Jangan mempersalahkan ataupun membenarkan salah satu pandangan di atas. Yang pasti kedua faktor di atas sangat berperan di dalam pembentukan karakter kepribadian seorang manusia. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah bahwa kebiasaan manusia setiap hari itulah yang akan membentuk karakter seseorang.

Tulisan berikut ini akan menyajikan beberapa aspek kepribadian manusia yang perlu dibiasakan sejak dini pada anak atau pelajar sehingga dapat membentuk satu kepribadian yang tangguh dan mandiri di waktu yang akan datang.

1. Responsibility
Aspek psikologis dari Tanggungjawab ini adalah keberanian menerima tugas, komitmen menjalankan, ketahanan mental selama menjalankan, dan keterbukaan untuk menerima konsekuensi positif dan negatif. Maka seorang yang disebut punya karakter tanggungjawab berarti orang itu memiliki kesediaan untuk menerima, memiliki komitmen untuk menjalankan tugas tersebut sampai tuntas dan mengevaluasi serta menerima hasilnya baik positif maupun negatif.
Tanggungjawab seorang anak (pelajar) adalah menerima tugas belajar. Sekali menerima tugas ini ia harus komit untuk menjalankannya hingga tuntas pada akhir tahun pelajarannya. Seorang pelajar harus membiasakan diri untuk selalu belajar. Ia bukan balajar untuk lulus ujian, atau supaya menyenangkan orangtua dan guru, tetapi ia harus belajar untuk hidup. Ia harus membangun suatu kebiasan bertanggungjawab dengan menjalankan setiap tugas yang diberikan kepadanya hingga tuntas dan dievaluasi untuk melihat hasilnya.
Tanggungjawab adalah suatu aspek kepribadian yang perlu dibangun sejak dini, mulai dari hal-hal yang sederhana yang akan menjadi dasar untuk hal yang lebih besar.

2. Self-Respect
Penghargaan terhadap diri sendiri mungkin dilihat banyak orang sebagai hal yang lucu. Karena penghargaan biasanya lebih banyak berhubungan dengan relasi dengan orang lain yaitu menghargai orang lain. Bahkan ada yang beranggapan ekstrim bahwa penghargaan terhadap diri adalah bentuk pemujaan diri. Terlepas dari anggapan di atas saya mau mengatakan bahwa penghargaan terhadap diri sendiri adalah dasar untuk menghargai orang lain. Bagaimana anda bisa menghargai orang lain kalau anda tidak menghargai diri sendiri? Penghargaan terhadap diri sendiri berarti berpikir positif, bersikap positif dan menerima diri sendiri sebagaimana adanya. Dengan berpikir positif terhadap diri, orang dapat menemukan potensi dan bakat yang terpendam di dalamnya. Lalu dengan menerima hal-hal positif dan negatif yang ia miliki, maka ia merasa aman dengan dirinya sendiri, dan akhirnya ia dapat tampil dengan penuh percaya diri. Penghargaan terhadap diri sendiri perlu dibangun sejak usia sekolah sehingga dapat menjadi dasar untuk kemajuan tugas-tugas yang akan dipercayakan kepadanya.

3. Doing The Right Thing
Melakukan hal yang benar merupakan aspek kepribadian yang perlu dibiasakan sejak dini. Kebiasaan baik ini dibentuk dengan latihan. Dan latihan melakukan hal-hal baik ini bisa terjadi di sekolah ataupun di rumah. Latihan di rumah akan didampingi orangtua, sedangkan di sekolah akan didampingi oleh guru. Orangtua dan guru hadir sebagai pendamping sekaligus motivator sehingga anak akan terus bersemangat melakukan hal-hal baik itu. Latihan yang dilakukan berulang kali akan sekaligus membentuk kebiasaan pada anak, dan selanjutnya kebiasaan ini akan menjadi bagian dari kepribadian anak itu sendiri. Seorang pelajar perlu dibiasakan untuk melakukan hal-hal yang dianggap baik oleh masyarakat sekitar, sehingga dengan demikian kebiasaan ini akan berputar secara otomatis dalam kehidupannya setiap hari.

4. Respecting Others
Setiap orang tua dan guru di sekolah ingin supaya anak-anaknya memiliki kebiasaan menghargai orang lain. Sikap ini bukan hanya harapan orang tua dan guru tetapi adalah harapan setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika masih tinggal bersama orangtuanya di rumah, anak menjadi seorang raja kecil. Semua permintaannya selalu dipenuhi, semua keinginannya selalu dikabulkan. Tetapi setelah ia masuk sekolah, ia akan bertemu dengan tantangan baru, yaitu teman-temannya yang juga memiliki keinginan dan kemauan sendiri. Di sini anak perlu didampingi untuk mengembangkan sisi penghargaan terhadap temannya yang lain. Ia perlu juga menahan diri, memberi kesempatan kepada teman lain, menerima pendapat dan keinginan teman lain, serta berani untuk menerima kekalahan. Sikap-sikap lain yang perlu dikembangkan untuk mendukung aspek ini adalah kesabaran, menerima orang lain, mendengarkan orang lain, dan mengakui kelebihan orang lain.

5. Preventing Conflicts & Violence
Konflik dan kekerasan sering identik dengan kaum muda. Pelajar yang adalah bagian dari kaum muda pun sering terkena pendapat negatif tersebut. Bukan tanpa alasan, kenyataan membuktikan bahwa banyak terjadi perkelahian antar pelajar (pemuda). Kenyataan ini tentu memberi kita satu indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan karakter orang-orang muda di lingkungan kita ini. Apa itu? Mereka tidak dibekali dengan nilai-nilai kehidupan bersama yang patut diterima dan dihormati bersama. Selain itu oleh tekanan ekonomi dan tantangan hidup metropolitan yang begitu tinggi, menyebabkan mereka kehilangan pegangan hidup dan akhirnya sulit mengendalikan diri menghadapi konflik-konflik tersebut. Upaya membuat preventing terhadap konflik dan kekerasan antar pelajar adalah dengan memberikan beban pekerjaan rumah yang banyak sehingga ia sibuk dan hanya berpikir tentang tugas belajarnya, atau juga dengan memberikan kursus-kursus ketrampilan lain sesuai dengan bakat dan talenta yang dimilikinya. Selain itu anak juga perlu pandai memilih kegiatan yang tidak cenderung pada konflik dan kekerasan.

6. Saying No to Alcohol and Other Drugs
Mengatakan No kepada Alkohol dan segala jenis obat bius adalah harapan semua orangtua kepada anaknya. Bahkan bukan hanya para orangtua, tapi sekolah, dan masyarakat pun sangat setuju dengan komitmen di atas. Banyak orangtua selalu cemas dan dengan ketat memantau keberadaan anaknya supaya tidak sampai terjebak ke dalam kebiasan buruk di atas. Gampang mengatakan No kalau kita belum pernah mengalami nikmatnya minuman keras dan obat bius. Tapi adalah sulit kalau kita sudah terjebak dalam kebiasaan minuman keras dan obat tersebut. Banyak orangtua sampai menjual semua harta bendanya untuk memulihkan anaknya yang ketagihan narkoba. Bukan itu saja, tapi kondisi fisik dan psikologis anak itu juga sangat memprihatinkan. Maka para anak perlu diperingatkan untuk tidak mencoba-coba minum atau mengkonsumsi narkoba. Mengapa perlu say No to Alcohol dan other Drugs? Karena untuk menghindari diri dari jebakan kebiasaan buruk yang akan membawa seorang siswa kepada kehancuran kepribadian.

7. Speaking of Sex
Seks adalah bahan yang paling menarik untuk diperbincangkan di antara para remaja mulai dari SD hingga tingkat SMA pada saat ini. Mungkin dari rating pembicaraan antar remaja, topik yang satu ini yang paling banyak dan menarik diperbincangkan. Pendidikan seks perlu dan penting diperhatikan di sekolah-sekolah, karena Sex memiliki dimensi yang sangat luas.
Adanya banyak aspek dan kepentingan yang terkontaminasi di dalam pembicaraan sex itu sendiri. Ada yang memandangnya dari segi bisnis, ada yang melihatnya dari segi pemuasan kebutuhan, ada yang melihatnya dari segi etika-moral. Di sini perlu sekali ada pendidikan sex di sekolah supaya sex itu sendiri ditempatkan tepat pada tempatnya sebagai ciptaan Tuhan, dan dibahas sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Revolusi sex dan segala dimensinya telah menyesatkan kaum remaja dan sekaligus menjerumuskan mereka kedalam lingkaran setan pemuasan nafsu belaka. Maka sejak awal anak perlu dibuka matanya untuk melihat sex bukan dari segi bisnis dan pemuasan hasrat sexual tapi terlebh sebagai ciptaan Tuhan yang mulia dan dipergunakan sesuai dengan tujuan penciptaannya.




Karakter adalah wajah kepribadian seorang manusia. Mereka terdiri dari kebiasaan-kebiasaan yang berulang secara tetap pada setiap waktu dan tempat. Kebiasaan-kebiasaan ini tidak terbentuk satu kali jadi. Juga bukan ada sejak lahir, tetapi merupakan suatu kebiasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu.

Kebiasaan positif harus dilatih berulang kali hingga nanti tergerak otomatis. Para ahli mengatakan, "Pertama kau harus bisa membentuk kebiasaan, setelah itu kebiasaanmu yang akan membentuk dirimu..."


"Mari kita para orangtua hendaknya membantu dan membentuk kebiasaan baik (positif) anak-anak kita sejak dini, agar kebiasaan itu akan otomatis membentuk anak-anak kita yang pada akhirnya akan membahagiakan kita suatu saat nanti .... "

Tuesday, 27 August 2013

Balita Ikut Kursus Matematika

PERLUKAH ?
Saat sekarang ini banyak kegiatan yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan yang menyelenggarakan berbagai macam kursus bagi balita, salah satunya adalah kursus matematika.

Nah, apakah anak kita wajib ikut kursus tersebut ?, jawabnya “Tidak Wajib !”

Sebaiknya Anda cukup mengenalkan kepadanya sejak dini konsep tentang angka dan penjumlahan dari segala sesuatu yang berada di dekatnya ataupun yang melekat pada diri anak.
Perkenalkan dahulu perbendaharaan kata yang menyangkut soal angka dari 1 hingga 20, lalu ditingkatkan sejalan dengan perkembangan kemampuan bahasa anak.
Unsur bermain dalam belajar berhitung sangat penting. Jangan memaksa anak untuk bermain angka jika dia sedang bosan, jenuh, mengantuk, ataupun secara mental belum waktunya (siap).
Bantulah anak anda mengenal berbagai bentuk geometris secara bertahap. Satu per satu sambil anda hubungkan dengan jumlah benda yang sedang dia hitung.

Janganlah berputus asa, diluar sana memang ada banyak anak yang cerdas dan sangat cerdas dalam belajar angka (matematika), tetapi juga ada banyak yang kurang mahir.
Menghadapi situasi tersebut, sebagai orangtua diperlukan kepekaan dalam mengenali bakat (kemampuan) anaknya satu per satu kemudian mendukung dan membantu anak untuk mengasahnya.
Setiap anak pasti memiliki bakat dan kemampuan yang masih terpendam, bantulah anak anda menggalinya agar ia kelak menjadi anak yang hebat sesuai bakat dan minatnya ...

oOo

Thursday, 22 August 2013

Tips Meningkatkan IQ Anak

PERAN SEORANG AYAH
Memang kehidupan seorang pria akan berubah sejak kehadiran anak pertama dan anak-anak berikutnya. Tanggungjawab dan tuntutan hidup seorang pria akan terus bertambah seiring menjadi seorang suami dan ayah. Tetapi mengejar karir dan materi saja untuk memenuhi kebutuhan hidup bukanlah langkah yang bijaksana. Bagaimanapun keberadaan ayah bagi keluarga (istri dan anak-anaknya) sangat dibutuhkan.


Hasil studi penelitian membuktikan kehadiran ayah sangat menentukan prestasi akademik seorang anak, sekarang dan di kemudian hari. Keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan balita sangat menguntungkan bagi perkembangan anak dan kemandiriannya. Dan secara langsung atau tidak, dukungan dari ayah juga membuat seorang ibu akan bergairah dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya di rumah. Kerjasama suami dan istri yang bersifat kultural secara harmonis dalam mengasuh anak merupakan suasana yang sangat baik bagi perkembangan mental anak.
Memang benar, seorang ibu tetap menjadi faktor penentu pertumbuhan anak, terutama selama masa pra sekolah. Tetapi dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh “Family Circle”, seorang anak yang sejak bayi selalu mendapatkan perhatian dari ayahnya maka pada umumnya anak tersebut akan memiliki IQ (Intelegent quotient) yang lebih baik. Mudah beradaptasi, memiliki selera humor, dan keinginan belajarnya lebih besar. 
Tentu saja semua itu akan memudahkan anak dalam menyelesaikan pendidikan formalnya kelak.
Jadi, jika seorang ayah dapat meluangkan lebih banyak waktu dan memberi asuhan yang bermutu untuk kemajuan anak-anaknya , terutama bagi anak yang masih berusia di bawah 7 tahun maka akan sangat baik sekali. Sebuah bentuk tanggung jawab yang tak ternilai harganya.-

Wednesday, 21 August 2013

Tips Membentuk Kepribadian Balita

Erliza K.F
Hal lain yang bersangkutan dengan kecerdasan anak adalah bagaimana anak tersebut dapat hidup damai dengan dirinya sendiri dan orang lain. Karenanya orangtua perlu menghargai segala kelebihan dan kekurangan anaknya. Orangtua perlu memberikan apresiasi atas segala usaha yang dilakukan oleh anak tanpa terlalu menilai hasilnya.

Sebuah pujian bagi anak hendaknya dilakukan sesekali dan tidak terlalu sering (berlebihan) karena justru akan merusak sifatnya. Bila terdapat atau terjadi sebuah kesalahan, sebaiknya anda tidak langsung marah-marah kepadanya, berikan solusi agar anak tidak merasa sangat bersalah kemudian mau mencoba dan belajar kembali hingga anak menjadi terampil.

Bagi seorang anak-anak, akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain apabila dia nyaman dengan pribadinya. Berilah kesempatan pada anak untuk berhubungan sosial dengan orang lain terutama dengan teman sebaya.

Perilaku anak-anak pada usia 6 bulan umumnya sudah menunjukkan ketertarikan terhadap anak lain, terkadang ia berusaha menyentuhnya meski belum dapat bermain bersama. Lain lagi pada saat anak berusia 18 sampai 24 bulan, mereka akan bermain dan berkumpul dengan anak lain, berusaha meniru apa yang dilakukan dan dimainkan oleh kawannya.
Kemudian saat usia anak telah mencapai 3-4 tahun ia akan mulai sering meminta bermain bersama kawan-kawannya, mulai dapat saling berbagi meski terkadang selanjutnya akan saling berebut hingga memukul. Disinilah pengawasan orangtua sangat diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Mengalihkan perhatian anak untuk melakukan kegiatan yang lain merupakan cara yang bijaksana bila orangtua merasa ada hal-hal yang tidak baik bagi pertumbuhan pribadi anaknya.

Memang gampang-gampang susah sekaligus menjengkelkan saat berusaha membentuk kepribadian anak ini. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan anda untuk hasil maksimal yang pastinya akan membahagiakan diri dan hati anda kelak, tentunya saat anak anda dewasa nanti. Selamat berjuang ... : )

Sunday, 18 August 2013

Bagaimana Cara Mendapat Anak yang Cerdas ?




Memiliki anak cerdas berprestasi apalagi genius tentunya cita-cita dan harapan setiap orangtua, karena kecerdasan merupakan salah satu dasar kesuksesan si Buah Hati di kemudian hari.

Dan percayalah ! Anda pun bisa mencetak anak cerdas ...



Upayakan Sejak Awal
Dalam membentuk kecerdasan, otak merupakan organ pusat dan kendali atas semua sistem tubuh serta pusat kemampuan untuk berpikir (kecerdasan). Untuk memiliki mutu otak yang baik ditentukan oleh 3 unsur, yaitu :
  1. Genetika
  2. Lingkungan
  3. Gizi.
Untuk unsur yang pertama, jelas kita tidak dapat berbuat banyak karena itu semua pemberian dan kuasa Tuhan. Tetapi ( maaf ) jika Anda merasa bukan pewaris gen cerdas tidak perlu berkecil hati. Karena menurut penelitian para ahli, peran dari faktor genetika ini hanya 30 – 40%. Selebihnya 2 faktor lainnya yang akan menentukan kecerdasan anak Anda.


Oleh sebab itu sebaiknya perencanaan dilakukan sejak dini, sejak terjadinya konsepsi saat pembuahan sel telur dengan sel sperma. Perkiraan para ahli, 1-2 minggu setelah proses pembuahan, maka proses pembentukan otak sudah dimulai. Dengan alasan tersebut maka gizi yang baik bagi seorang ibu hamil sangat berperan bagi janin untuk mendapatkan asupan makanan melalui ibunya.

Periode Emas
Periode emas perkembangan otak manusia adalah periode dimana otak berkembang dengan sangat cepat. Periode ini berlangsung dalam 2 tahap.
  • Tahap pertama ketika kehamilan memasuki trisemester ketiga ( kehamilan 5 bulan berjalan ).
  • Tahap kedua adalah saat anak lahir hingga usia 2 tahun.

Dalam periode emas ini rekayasa lingkungan dan gizi jangan sampai terabaikan karena sangat berperan dalam perkembangan sel-sel otak hingga mencapai fungsinya yang optimal.

Periode emas pertama utamakan gizi yang baik bagi janin Anda. Berikan rekayasa lingkungan berupa stimulasi dalam bentuk komunikasi dan sentuhan. Sebenarnya janin yang baru berusia 5 bulan sudah dapat mendengar suara-suara yang ada diluar rahim. Karena itu ajaklah janin Anda berbicara. Memberikan suara -suara musik dengan lantunan yang indah dan volume rendah (tidak berisik) dapat membantu merangsang perkembangan otaknya, terutama otak kiri yang mencakup seni dan bahasa.

Akhirnya ketika anak lahir, pembentukan otaknya sudah sempurna. Pada saat itu lingkar kepalanya berkisar 32 – 36 cm dan berat otaknya mencapai 400 gram atau sekitar 16% dari berat tubuhnya. Dengan massa otak yang sedemikian besar, kebutuhan energi untuk pertumbuhan otaknya pun menjadi besar.

Amat disayangkan apabila jika masa pertumbuhan otak anak mulai dari janin hingga berusia 2 tahun ini tidak mendapat cukup rangsangan dan gizi yang baik. Dikhawatirkan jaringan sel-sel otak yang seharusnya merambah kemana-mana untuk bertambah besar menjadi sebaliknya, mengecil yang berakibat fungsi otak anak menjadi menurun. Jika hal ini terjadi maka harapan Anda memiliki anak cerdas akan hilang. Dan celakanya lagi, apabila periode emas ini terlewati dan faktor luar yang dapat merangsang anak tumbuh menjadi cerdas terabaikan maka tingkat kecerdasannya tidak dapat diperbaiki hingga pada masa yang akan datang.

Semoga bermanfaat ... : )

Friday, 16 August 2013

Cara Mengembangkan Anak Cerdas

Orangtua mana yang tidak ingin anaknya menjadi cerdas ?, namun untuk mencapainya bukan suatu hal yang sederhana. Kecerdasan bukan sesuatu yang diberikan sejak lahir melainkan hasil dari interaksi antara faktor pembawaan (bakat dan minat) dan faktor lingkungannya.
Dalam hal lingkungan, orangtua tidak bisa hanya diam diri. Orangtua memiliki peranan penting dalam memilih dan membatasi dalam mendidik anak-anaknya untuk menjadi anak yang baik dan cerdas.

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan anak yang cerdas ?
Definisi anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan seluruh kapasitasnya untuk belajar dan memecahkan permasalahannya. Sehingga dari definisi tersebut dapat diperhatikan bahwa anak cerdas bukan hanya diwakili oleh prestasi akademis saja tetapi lebih luas (beyond) daripada itu.
Setiap pribadi anak-anak memiliki kecerdasan yang berbeda dalam kapasitasnya untuk belajar. Ada seorang anak yang sejak kecil sudah terlihat memiliki ketertarikan belajar matematika ataupun bahasa. Ada pula yang terampil dalam bersosialisasi, musik, ataupun menari. Disinilah peranan orangtua dan masyarakat (lingkungan) mempengaruhi optimal atau tidaknya perkembangan dari kecerdasan anak tersebut. Lingkungan yang diperlukan adalah lingkungan yang dapat memberikan fasilitas serta rangsangan bagi anak sesuai dengan usianya.

Kapan, bagaimana caranya, dan apa yang perlu diperhatikan ?
Perlu diketahui, bahwa pada saat janin usia 25 minggu (dalam rahim) telah dapat berinteraksi, yaitu terjadi perubahan denyut jantung dan gerakan kepala ketika janin menerima rangsangan berupa suara. Dan pada usia 32-33 minggu janin sudah mampu membedakan antara suara yang biasa dia dengar dengan suara yang asing. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Lafuente dalam buku Bee and Boyd (2007) menunjukkan, apabila janin mulai berusia 6 bulan menerima rangsangan musik dalam kurun waktu tertentu, keterampilan motorik dan kognitifnya akan lebih baik dibandingkan dengan janin lain yang tidak menerima rangsangan musik. Sekalipun masih sulit untuk dibuktikan apakah keterampilan yang diperoleh seorang anak setelah lahir karena rangsangan musik, para ahli meyakini bahwa tidak ada salahnya memberikan stimulasi musik pada janin dengan cara yang tepat.

Pemberian rangsangan harus dilakukan secara bijaksana. Janganlah orangtua terlalu bersemangat memberikan stimulasi hingga melupakan kebutuhan janin untuk beristirahat. Tenangkan janin dengan usapan halus di perut saat ia bergerak-gerak. Dan yang tak kalah penting adalah perawatan kehamilan, memperhatikan asupan gizi serta hidup sehat secara lahir dan batin.

Setelah anak lahir, rangsangan secara variatif perlu terus diberikan. Sesuaikan dengan usia anak agar dapat mengoptimalkan berbagai aspek perkembangan, yakni fisik, kognitif, dan psikososialnya.
Melalui beberapa aktivitas dan dengan memperhatikan beberapa rambu yang diperlukan, orangtua dapat merangsang anaknya untuk belajar dan mengembangkan berbagai aspek kecerdasan intrapersonal dan interpersonal. Mulai dari pembelajaran bahasa, berhitung (matematika), rancang bangun, menggambar, gerakan tubuh, musik, dan pengenalan pengetahuan mengenai alam sekitar.

Tujuan stimulasi tersebut adalah mempersiapkan anak agar dia dapat mengoptimalkan semua potensi yang ada dalam dirinya. Perlu diingat, jangan sampai orangtua melakukan kegiatan ini hanya untuk tujuan memiliki anak yang cerdas. Lakukan semua ini dengan tulus dan penuh kesabaran. Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan dalam masing-masing aspek kecerdasan. Namun tidak berarti bila anak memiliki kekurangan kemudian dibiarkan begitu saja, tetap beri rangsangan dengan baik. Perlakuan tersebut merupakan modal utama dalam pembinaan rasa percaya diri dan percaya pada orangtuanya. Dengan demikian anak akan memiliki perasaan yang kuat bahwa dirinya berharga di pandangan orangtua sehingga dia tetap merasa bahagia.

“Bukankah kebahagiaan batin merupakan sumber semangat seseorang?”

Thursday, 15 August 2013

Anakku Harus Nomor Satu

Sukses seorang Anak adalah Kesuksesan Orangtua ?
Tentu saja hampir setiap orangtua berharap anak-anak mereka melakukan segala hal dengan baik dan menjadi yang terbaik. Namun masalahnya, keinginan untuk memperoleh anak yang sukses membuat orangtua terkadang melakukan tekanan yang berlebihan terhadap anaknya.
Mengapa muncul dorongan tersebut ?, Mungkin karena saat ini para orangtua umumnya tidak memiliki anak sebanyak jaman dulu dan berpikir bahwa peluang untuk memiliki seorang anak yang dapat dibanggakan juga berkurang, maka munculah dorongan tersebut.
Namun, yang nomor satu sebenarnya adalah kenyataan bahwa banyak orangtua beranggapan sukses seorang anak merupakan bukti kesuksesan orangtua dalam mendidik dan membesarkan seorang anak.
Akibat hal tersebut diatas, maka banyak orangtua terlalu mencampuri urusan anak-anak mereka. Orangtua menentukan apa yang harus dipelajari dan kapan waktunya untuk belajar. Mereka (orangtua) merampas inisiatif anak, bertanggungjawab terhadap kesalahan anak dan memperoleh pujian atas keberhasilan anak. Praktek-praktek semacam itu akan membuat seorang anak sangat bergantung dan kurang bisa menilai diri sendiri. Orangtua masa kini menginginkan anak yang super, namun sadar atau tidak yang sering mereka dapat adalah sebuah masalah.
  
Watak Lebih Penting
Sebagai orangtua sebaiknya bersikap bijaksana. Mulai instropeksi diri dan sebaiknya tidak terlalu memaksakan kehendak pada seorang anak. Tentu saja kita perlu menuntut seorang anak, namun hal tersebut sebaiknya disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak. Jangan sampai kita membuat anak kita menjadi stress bahkan mengalami gangguan kepribadian jika kita mengabaikan individualitas mereka sambil memaksakan kehendak kita sebagai orangtua dengan alasan “Demi Kebaikan Anak”.
Adalah pemikiran yang keliru bahwa kita bisa menghasilkan anak yang istimewa dengan memberikan instruksi pada usia sedini mungkin haruslah dibuang jauh-jauh. Sebaiknya kita lebih memperhatikan watak anak daripada sebuah kesuksesan.
Seandainya kita berhasil memelihara seorang anak yang berkelakuan baik dan tahu akan hal-hal yang pantas, sudah seharusnya kita bangga akan hal tersebut. Mau tidak mau, jika kita berhasil membesarkan anak yang demikian, kesuksesan akan mengikuti perjalanan hidup anak kita tersebut dengan sendirinya.

Setiap anak memiliki pola kualitas dan kemampuan yang unik yang membuat anak tersebut menjadi istimewa. Andai saja kita mau memandangnya dari sudut ini, maka setiap anak adalah anak yang Hebat.-