Monday, 2 September 2013

Apa sih Omega 3, Omega 6, DHA, EPA itu ?

Mungkin anda sudah sering mendengar ataupun melihat iklan susu yang selalu menggembar-gemborkan produknya yang mengandung zat-zat Omega 3, DHA, EPA dan Spingomielin yang dapat membantu kecerdasan anak. Sebetulnya apa sih zat itu ?

Otak bayi sangat membutuhkan lemak, tetapi bukan sembarang lemak. Dari segi mutu, asam lemak dokosaheksanoat (DHA) di dapat pada susu yang merupakan kebutuhan utama mereka. DHA ini berperan penting bagi perkembangan sel saraf otak, membentuk struktur jaringan otak dan jaringan pembungkus saraf agar berkembang secara optimal.

Apakah sebenarnya Omega 3 & Omega 6 ?
Tubuh sangat membutuhkan asam lemak esensial yang merupakan bagian dari lemak tak jenuh ganda rantai panjang. Karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, maka asam lemak ini di dapat dari makanan.
Asam lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh ini ada dua jenis, yaitu Asam Lemak Linolenat (Omega 3) dan Asam Lemak Linoleat (Omega 6).

Dan Omega 3 ada tiga jenis :
  1. Asam Alfa Linolenat (ALA atau LNA), yang banyak terdapat pada sayuran hijau, kedelai, dan minyak sayur tertentu.
  2. Asam Eikosapentaenoat (EPA) *
  3. Asam Dokosaheksanoat (DHA) *
    • kedua jenis asam lemak ini berasal dari ALA yang juga terdapat pada ikan


Sedangkan Omega 6 juga ada beberapa jenis, salah satunya adalah Asam Arakidonat (AA) yang terdapat pada protein hewani seperti daging sapi, ayam, jerohan, dan kuning telor. Juga pada margarin, shortening, lemak yang di hidrogenasi.
Bila diperhatikan, zat AA ini banyak terdapat pada bahan makanan yang oleh para ahli gizi perlu diwaspadai jumlah konsumsinya. Karena bila terlalu banyak di konsumsi akan mengganggu kesehatan, khususnya jantung dan pembuluh darah.


Peringatan !
  • Para ahli gizi mengingatkan apabila mengkonsumsi bahan makanan yang kaya asam lemak esensial, seperti Omega 3 dan Omega 6 harus seimbang dengan zat gizi lain yang bersifat Antioksidan (seperti sayur dan buah).
  • Zat yang terdapat pada asam lemak esensial mudah rusak dalam proses pemasakan. Sebut saja zat Omega 3 mudah rusak dalam proses penggorengan, sehingga di usulkan bahan makanan tersebut di kukus saja.

Semoga info ini bermanfaat …  J